Pengertian Invoice serta Tips dan Jenis Penagihan Invoice

Invoice adalah dokumen penting yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pihak penjual. Meskipun berbentuk lembaran tipis, namun fungsi invoice sangatlah besar. Bahkan, dapat menjadi payung hukum bagi penjual dan pembeli yang memegang invoice.

Dengan adanya invoice, transaksi keuangan di perusahaan akan lebih lancar. Pencatatan keuangan pun lebih tertata rapi. Sehingga, perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah piutang yang belum terbayarkan.

Sayangnya, tidak sedikit pembeli yang seringkali telat dalam melakukan pembayaran invoice. Berbagai macam alasan kerap kali digunakan untuk berdalih karena telat membayar. Oleh karena itu, di artikel ini akan kami jelaskan mengenai tips penagihan invoice serta jenis penagihan invoice. Namun sebelumnya, simak dulu penjelasan mengenai invoice adalah dokumen seperti apa, untuk mempermudah pemahaman mengenai invoice.

Pengertian Invoice adalah

Sumber: https://zapier.com/apps/and-co/tutorials/accounting-bookkeeping-software-freelance

Invoice adalah dokumen yang diterbitkan oleh penjual kepada pembeli atas transaksi kredit yang telah terjadi diantara kedua belah pihak. Di sini, pihak penjual dan pembeli telah menyepakati suatu transaksi bisnis, dimana pembeli akan memberi produk dari penjual, dan penjual memberikan produk yang dipesan oleh pembeli.

Dalam hal ini, penjual belum mengirimkan produk yang dipesan, dan pembeli pun belum memberikan pembayaran atas pembelian yang dilakukan.

Selain itu, invoice adalah dokumen yang digunakan sebagai alat penagihan dari penjual kepada pembeli. Hal ini terjadi jika pembeli tidak membayar tagihan hingga termin waktu yang ditentukan. Penjual pun memiliki payung hukum atas penagihan tersebut.

Tips Mudah Mendapatkan Pembayaran Invoice adalah

Sumber: https://support.twilio.com/hc/en-us/articles/360025603913-Reading-your-Twilio-Invoice

Hal yang tidak diinginkan oleh para pelaku usaha terhadap invoice adalah, telatnya para pembeli dalam membayar. Hal ini tentu akan mengganggu perputaran arus kas perusahaan. Perusahaan dapat terhambat perputaran arus bisnisnya apabila banyak pembeli yang belum melakukan pembayaran.

Berikut ini tips mudah mendapatkan pembayaran invoice adalah sebagai berikut:

  1. Buat Invoice Jelas

Setiap perusahaan memiliki template invoice masing – masing. Namun, yang terpenting invoice tersebut jelas. Jelas atas informasi – informasi yang disajikan. Misalnya nama, produk, jumlah total, cara pembayaran, serta termin waktu.

  1. Kirim Pada Orang yang Tepat

Supaya invoice cepat terbayarkan, kirim invoice pada orang yang tepat. Orang yang terjun langsung dalam transaksi, sehingga invoice dapat segera dibayarkan.

  1. Kirimkan Secepatnya

Ketika telah terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli, maka langkah selanjutnya adalah membuat invoice. Setelah itu, segera kirim invoice supaya tempo pembayaran dari pembeli lebih cepat.

  1. Tetapkan Tempo Waktu Lebih Awal

Jika perusahaan ingin invoice tersebut dibayarkan dalam 30 hari, maka sebaiknya buat termin pembayaran 2 minggu sebelumnya.

  1. Berikan Reward dan Punishment

Reward dapat diberikan apabila pembeli membayar dalam waktu lebih awal dari termin waktu yang telah ditentukan, misalnya diskon pembayaran. Sementara punishment digunakan apabila pembeli membayar melebihi batas waktu yang telah ditentukan, misalnya denda pembayaran.

Jenis Penagihan Invoice adalah

Jenis penagihan invoice adalah sebagai berikut:

  1. Open Invoice

Open invoice adalah jenis penagihan dimana penagihan dilakukan sesuai transaksi yang dilakukan. Pembayaran pun berdasarkan invoice yang dikeluarkan. Jenis penagihan ini biasa diterapkan oleh perusahaan yang memiliki sedikit pelanggan, namun transaksinya melibatkan nominal yang besar.

  1. Balance Forward

Balance forward invoice adalah penagihan invoice yang dilakukan dengan menggabungkan menjadi satu tagihan sehingga hanya muncul satu balance. Penagihan jenis ini cocok dilakukan oleh perusahaan dengan jumlah pelanggan banyak, namun nominal transaksi masih kecil.

Leave a Comment